Catatan

Membangun Desa Membangun Peradaban

Selalu menarik membaca sejarah peradaban manusia. Membangun desa adalah membangun peradaban juga. Desa adalah jagad gedhe yang ruang kehidupannya dibangun atas nilai-nilai keyakinan terhadap Sang Pencipta, kearifan lokal, dan tradisi yang turun temurun. Nilai-nilai tersebut kemudian menjadi pandangan hidup yang membentuk identitas dan jatidiri masyarakat desa.

Membangun desa semestinya tidak dilepaskan dari nilai-nilai yang membentuk identitas dan jatidiri masyarakat desa. Desa boleh maju, boleh menggunakan teknologi canggih untuk mendukung tatakelola sumberdayanya, tapi jatidiri jangan ditinggalkan. Kemajuan teknologi adalah keniscayaan, tapi tetap manusialah yang menjadi aktor utama pembentuk kebudayaan. Warga desa sebagai pembentuk budaya desa harus mempunyai visi yang jelas dalam membangun peradabannya.

Melaksanakan Undang-Undang Desa tidak hanya terkait persoalan bagaimana mengelola uang, tapi lebih jauh dari itu adalah untuk membangun peradaban. Jadi membangun desa dengan pendekatan kebudayaan ini menjadi penting, sebab kita bisa langsung menukik pada persoalan dan tujuan pembangunan. Pendekatan kebudayaan akan membantu kita menemukenali dimensi-dimansi kemanusiaan yang penting untuk kita bangun dan kita kuatkan.

2 thoughts on “Membangun Desa Membangun Peradaban

  1. Selamat kembali menulis di blog pribadi, Mas. Semoga lebih menginspirasi desa-desa lain. Tanggung jawab moral sebagai The Young Inspiring Leader, perlu direalisasikan. Salah satunya melalui tulisan-tulisan seperti ini.

    Semoga tahun depan bisa menjadi nominator atau pemenang ID WEBSITE AWARDS 2017. Aamiin….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.