Media

Kades Bayu Setyo Nugroho dan Gerakan Desa Membangun yang Informatif

Jakarta – Sudah sering sekali terdengar sebuah pendapat normatif bahwa pemuda desa harus kembali ke kampung halamannya setelah sukses. Sering pula pada akhirnya mereka memilih kerja di kota besar lantaran fasilitas lebih lengkap.

Agaknya pendapat normatif itu mendorong seorang Bayu Setyo Nugroho untuk ikut menggagas Gerakan Desa Membangun. Sebuah gerakan yang mungkin bisa mengubah paradigma normatif yang ada selama ini.

“Gerakan Desa Membangun itu beda dengan ‘gerakan membangun desa’ yang ada selama ini. Kalau membangun desa itu kan desa menjadi ketergantungan dengan dunia luar, seakan mengharapkan bantuan dari pihak eksternal untuk membangun. Tetapi kalau desa membangun ya komponen desa itu yang lebih aktif. Malah nantinya tak menutup kemungkinan menjadi pusat peradaban,” ujar Bayu saat berbagi pengalaman inspiratif bersama detikcom, Senin (29/6/2015).

Gerakan ini merupakan hasil dari Lokakarya Desa Membangun pada tahun 2011 di Desa Melung, Kedungbanteng, Banyumas, Jawa Tengah. Bayu pun menjabat sebagai salah satu Dewan Pakar dari gerakan tersebut.

Bayu juga merupakan Kepala Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sudah 10 tahun lamanya dia menjabat dan tetap dipercaya warga desa lantaran gagasannya tersebut.

“Gerakan Desa Membangun juga ikut mengawal penerapan undang-undang pedesaan sehingga lebih bermanfaat bagi masyarakat,” kata dia.

Lurah muda tersebut juga sempat mengenyam pendidikan sarjana di Jurusan Administrasi Negara Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Setelah itu dia melanjutkan studi S2 di universitas yang sama setelah mengumpulkan biaya di tabungannya.

Kini Bayu aktif menjadi mentor dalam program Desa 2.0, yakni bagaimana menonjolkan potensi desa supaya lebih dikenal. Tentunya caranya adalah dengan memaksimalkan teknologi informasi yang ada.

“Ini bagian dari masyarakat global di mana kita sudah tidak lagi memanfaatkan informasi yang ada di desa. Kita lakukan apa saja di desa tapi tak terinformasikan dengan baik ke luar, bikinlah kita website,” tutur Bayu.

Desa yang dia pimpin itu pun telah membuat website dengan nama dermaji.desa.id yang kontennya diisi oleh perangkat desa dan masyarakat. Bagi dia, tak sulit untuk mengaktifkan sebuah website meski di pedesaan.

“Itu nilai positifnya jadi ketika kita bikin website kita kumpulkan bahwa kita punya rumah di dunia maya. Website ini bukan milik saya tapi milik kita semua. Tentang apa yang ada di sekeliling kita bisa dimasukan,” ujar Bayu.

Gerakan ini pun telah memberikan perubahan signifikan terhadap Desa Dermaji dan desa-desa lainnya yang menjadi anggota. Namun cita-cita Bayu tak terhenti hingga capaian saat ini saja. Dia memiliki pandangan yang lebih jauh melihat ke depan.

“Harapannya sih nanti desa itu jadi pusat-pusat peradaban baru. Ekonomi bergerak dari desa, budaya akan kuat dari desa, jadi ketika desa kuat kan negara akan kuat. Akan bisa selesaikan sebagian besar masalah yang ada di negeri kita,” tutur Bayu. (bag/van)

Sumber: http://m.detik.com/news/berita/2957064/kades-bayu-setyo-nugroho-dan-gerakan-desa-membangun-yang-informatif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.