Catatan

Catatan Lama: Perjalanan Mengikuti RDP RUU Desa Tahun 2012

Ini adalah catatan lama saya saat melakukan perjalanan mengikuti RDP RUU Desa pada tahun 2012. Catatan ini saya temukan secara tidak sengaja saat saya sedang membuka-buka file lama. Ternyata dulu saya agak sering bikin catatan-catatan. Hehehe…

Pada Minggu siang (17/06/2012), saya ditelpun Mas Budi atau Agung Budi Satrio (Kades Melung Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas) agar ikut ke Jakarta mengikuti acara Rapat Dengar Pendapat Pembahasaan Rancangan Undang-Undang Desa (RDP RUU Desa). Rencana RDP RUU Desa akan diselenggarakan pada Rabu (206/2012). Saya pun langsung mengiyakan.

Saya berangkat dari Purwokerto Senin malam jam 23.20 WIB  menggunakan kereta Argo Dwipangga bersama Mas Budi dan juga Mas Lamuk dari Infest Jogja (keberangkatan kami ke Jakarta memang difasilitasi oleh Infest Jogja). Sampai Stasiun Gambir, Selasa pagi, jam 4.30 WIB. Di stasiun, kami ngopi sebentar lalu melanjutkan perjalanan ke Sekretariat Yayasan Air Putih di Pejaten untuk istirahat sejenak dan mandi. Jam 9 pagi, kami meluncur ke Hotel Cemara, di wilayah Menteng. Di sana sudah berkumpul beberapa Kepala Desa dari wilayah Indonesia Timur, Mas Arie Sujito (IRE Jogja) dan Mas Farid Hadi  (ACCES).

Di Hotel Cemara kita berdiskusi menyusun masukan-masukan dalam rangka RDP  Pembahasan RUU Desa. Pada kesempatan itu kami juga menyampaikan beberapa praktik baik (best practice) yang sudah dilakukan di beberapa desa, baik terkait dengan tata kelola ekonomi desa, penguatan adat dan tradisi, penerapan sistem informasi desa, dan lain-lain. Praktik baik itu kami sampaikan untuk meyakinkan para penyusun UU Desa, bahwa desa mampu mengelola kewenangannya sendiri, jika memang itu diberikan. Diskusi berlangsung sampai jam 5 sore.

Kalau kawan-kawan Kades dari Indonesia Timur langsung menginap di Hotel Cemara, saya, Mas Budi dan Mas Lamuk menginap di hotel lain, Hotel Menteng 1, yang sudah dipesan Mas Budi Hermanto sebelumnya. Selasa sore menjelang Magrib menyusul Kang Yana atau Yana Noviadi (Kades Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras, Tasikmalaya) dan berselang beberapa jam selanjutnya datang juga Kang Irman atau Irman Meilandi (adik kandung Kang Yana yang juga pegiat Desa) ke Hotel Menteng.

Di malam harinya saya, Mas Budi, dan Kang Yana membuat sebuah tulisan sederhana yang akan disampaikan kepada pimpinan pansus RUU desa.  Tulisan yang kami buat pada prinsipnya berisi tentang kemampuan tata kelola desa terhadap sumberdaya yang dimiliki dan karenanya seharusnya tidak ada keraguan lagi untuk memberikan kewenangan yang lebih besar kepada desa.

Pada Rabu pagi, kurang lebih jam 9.30 WIB, kami berlima menuju senayan. Sampai senayan Kang Irman dan Mas Lamuk mencari tempat foto copy (ada beberapa berkas yang perlu di foto copy), sementara saya, Mas Budi dan Kang Yana langsung masuk ke gedung DPR MPR. Baru jalan beberapa meter dari pintu senayan, tiba-tiba dari sebuah taxi ada suara yang memanggil kami. Dan yang memanggil itu ternyata adalah Mas Budiman Sudjatmiko (Anggota DPR RI dan sekaligus sebagai Wakil Ketua Pansus RUU Desa). Akhirnya kamipun ke ruang Gedung Nusantara 1 bareng Mas Budiman. Kami langsung menuju press room.  Di press room sudah hadir kawan-kawan Kades dari wilayah Indonesia Timur, Mas Budi Hermanto, Mas Ari Sujito dan Mas Farid.  Di press room kami diskusi sebentar. Setelah itu kami menggeser tempat diskusi ke ruang rapat Fraksi PPP, dan di sana sudah menunggu Pak Achmad Muqawam, Anggota DPR RI dari PPP sekaligus sebagai Ketua Pansus RUU Desa. Kami diskusi sekitar hampir 1 jam.

Setelah selesai, kami ke Gedung Nusantara, ke ruangan tempat dilaksanakannya RDP RUU Desa yang diselenggarakan oleh Pansus RUU Desa. Di ruangan itu sudah hadir para pegiat desa dan para aktifis, seperti Sutoro Eko, Arie Sujito, Yando Zakaria, kawan-kawan dari Combine Jogja, dan lain-lain. Rapat dipimpin oleh Pak Achmad Muqawam (Ketua Pansus) didampingi Mas Budiman Sudjatmiko serta Mas Khatibul Umam Wiranu (Wakil Ketua Pansus). Rapat berlangsung lebih dari 2 jam. Dan saya sempat merekam proses rapat tersebut. Hehehe…

Demikian sekelumit catatan perjalanan saya saat mengikuti RDP RUU Desa di Senayan. Semoga segala harapan yang diinginkan oleh para Kepala Desa dan Perangkat Desa se Indonesia bisa segera diwujudkan. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.